Di antara asterisma yang lain, entah kenapa Segitiga Musim Panaslah yang paling sering saya temukan di media-media populer seperti film atau anime. Salah satu yang paling terkenal adalah adegan melihat bintang pada Bakemonogatari, diiringi lagu Kimi no Shiranai Monogatari oleh Supercell yang liriknya juga menyebutkan ketiga bintang pembentuk gugus ini. Kamen Rider Den-O juga mengambil beberapa elemen kisah Segitiga Musim Panas pada salah satu latar belakang karakternya. Memang, gugus ini sangat terkenal karena dua dari tiga bintang penyusunnya terkait dengan kisah Tanabata yang mendunia. Judul-judul lain yang memasukkan Segitiga Musim Panas sebagai elemen cerita dapat dilihat di sini.

http://www.youtube.com/watch?v=cI4dOUQ1xaU

Sebenarnya apa sih Segitiga Musim Panas?

Segitiga Musim Panas (Summer Triangle/Natsu no Daisankaku) adalah asterisma yang terbentuk oleh Altair (Aquila), Deneb (Cygnus), dan Vega (Lyra). Perlu dicatat, Segitiga Musim Panas bukanlah konstelasi. Ketiga bintang itu berasal dari konstelasi berbeda-beda (lihat nama dalam kurung), namun memiliki kecerlangan tertinggi di konstelasi asalnya masing-masing sehingga terlihat lebih mencolok di langit malam. Asterisma adalah sebutan untuk sekumpulan bintang yang tidak terkait satu sama lain, bahkan berada di jarak berbeda-beda, namun membentuk semacam pola yang gampang diamati. Sebutan untuk kumpulan bintang yang berdekatan adalah gugus bintang.

Summer Triangle

image taken from earthsky.org

Altair adalah bintang yang berada di puncak segitiga dengan sudut terkecil. Gugus ini mengarah ke pusat galaksi. Bagi pengamat di belahan Bumi utara, bentuk segitiga ini akan terlihat sepanjang musim panas seperti namanya, namun bagi kita di daerah khatulistiwa, berbangga hatilah karena kita bisa melihatnya selama kurang lebih setengah tahun. Tentu saja, waktu terbitnya akan berbeda-beda setiap harinya sehingga jangan lupa mencocokkan waktu pengamatan dengan waktu kemunculan ketiga bintang.

Mengapa Segitiga Musim Panas istimewa? Tak lain karena kisah Tanabata yang melingkupinya.

Altair dikenal sebagai Hikoboshi di Jepang, Niulang di Cina, yang berarti Sang Penggembala Sapi. Vega adalah Orihime, Zhinu, dan Sang Pemintal. Alkisah Sang Pemintal, putri dari Raja Langit, jatuh hati pada seorang manusia di desa kecil. Ia turun dari Kahyangan menemui Sang Penggembala. Ada beberapa versi dari kisah ini, namun semua berakhir sama. Raja Langit marah atas kejadian ini. Seorang dewi tak seharusnya menikahi manusia. Oleh karena itu, keduanya dipisahkan dengan paksa. Hukuman yang dirasa terlalu berat ini membuat banyak pihak jatuh kasihan. Akhirnya, keduanya diperbolehkan bertemu, namun hanya sekali dalam jangka waktu tertentu. Hari ketujuh bulan ketujuh setiap tahun. Hari yang kini diperingati negara sekitar Cina, Jepang, dan Korea sebagai hari untuk berdoa seputar jodoh. Cara mereka dipertemukan pun berbeda-beda di setiap cerita, namun salah satu versi paling populer adalah jembatan yang dibentuk burung-burung magpie. Di langit, jembatan ini adalah Galaksi Bimasakti yang membentang diantara kedua bintang.

Konstelasi asal ketiga bintang juga punya cerita sendiri.

Aquila, konstelasi asal Altair, berarti Elang. Elang yang dimaksud di sini adalah elang dalam kisah mitologi Yunani yang menculik Ganymede (diasosiasikan dengan rasi Aquarius). Bentuk Aquila cukup mudah dibayangkan, setidaknya tidak seberantakan konstelasi lainnya yang terkadang berbeda jauh bentuk dan namanya.

trivia: Altair adalah salah satu bintang paling jelas yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lyra, konstelasi asal Vega, berarti lira, semacam alat musik. Alat musik yang dirujuk ini merupakan kesayangan Orpheus, yang terbuang ke sungai setelah pemiliknya terbunuh oleh para pengikut Bacchus. Di masa lalu, konstelasi ini terkait erat dengan Aquila. Nama Vega sendiri berarti ‘elang menyambar’.

trivia: Vega dulunya merupakan bintang Utara, sebelum terjadi pergeseran (baca topik Presesi dan Nutasi jika berminat mengetahui alasan pergeseran ini)

Cygnus, konstelasi asal Deneb, adalah sang angsa. Bentuknya sangat mudah dilihat, dan terus terang, salah satu dari sekian kecil yang bisa saya mengerti alasan penamaannya. Ada banyak angsa dalam mitologi Yunani sehingga sulit untuk menentukan angsa mana yang dimaksud oleh konstelasi ini, sayangnya. Cygnus juga merupakan konstelasi asal sebuah bintang ganda yang terkenal, Albireo. Albireo tersusun dari sebuah bintang merah-jingga dan bintang biru yang saling mengorbit satu sama lain.

trivia: Deneb berarti ‘ekor’, mengacu pada posisinya di konstelasi ini.

Sebenarnya ada juga asterisma bernama Segitiga Musim Dingin yang tersusun oleh Sirius (Canis Major), Procyon (Canis Minor), dan Betelgeuse (Orion). Sayang formasi ini kurang begitu terkenal bila dibandingkan dengan Segitiga Musim Panas. Musim dingin bukan saat yang cocok untuk mengamat bersama dengan suasana ala Bakemonogatari, mungkin?

Sekian mengenai Segitiga Musim Panas. Jika penasaran mengenai bentuk ketiga konstelasi, silahkan mencoba software Stellarium. Karena satu dan lain hal, daya harus membatalkan niat untuk meletakkan gambarnya di sini (mungkin akan diperbaharui kapan-kapan).Saya tertarik menuliskan lagi mengenai topik-topik astronomi populer, terutama yang berhubungan dengan media visual modern. Lain waktu, mungkin, dengan bahasan yang lebih menyentuh astronomi sebagai ilmu daripada sekadar kumpulan kisah.

istilah untuk penelusuran lebih lanjut: asterisma, gugus bintang, presesi, nutasi, konstelasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *