Misc

Rencana Keberlanjutan dan Mitigasi Bencana

Jika karyawan terbaik anda pergi, apakah posisinya dapat diisi oleh karyawan lain?
Bila kantor anda kebanjiran, apakah bisnis anda masih tetap dapat berjalan?
Apakah pegawai anda mengerti prosedur apa saja yang mesti dilakukan bila kejadian tidak diinginkan melanda?

Bila jawaban anda tidak, anda tidak sendirian.

Rencana keberlanjutan dan mitigasi bencana bukan topik yang mudah untuk dibahas, dan seringkali menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan untuk diangkat. Tidak ada yang mau memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat menimpa sesuatu yang mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh. Masa depan selalu dibayangkan dalam ungkapan-ungkapan harapan muluk. Namun, kecuali anda memang tidak berniat membangun perusahaan anda untuk jangka panjang (mungkin anda salah satu pengusaha perusahaan rintisan yang tujuan utamanya adalah ‘diakuisisi oleh Google’), ini adalah sesuatu yang cepat atau lambat perlu anda pikirkan (dan semoga tidak setelah sesuatu benar-benar terjadi).

Rencana keberlanjutan bisnis adalah serangkaian dokumen dan sistem yang merinci langkah, prosedur, serta kebijakan yang harus diambil untuk memastikan proses bisnis tetap dapat berjalan ketika masalah melanda. Dokumen-dokumen ini juga mencakup jenis masalah yang mungkin dihadapi dan antisipasinya. Namun, menulis dan menyusun dokumen sebenarnya hanya merupakan langkah awal. Yang seringkali dilupakan oleh perusahaan adalah bahwa rencana keberlanjutan bisnis seharusnya merupakan dokumen hidup. Manajemen keberlanjutan bisnis memastikan agar rencana keberlanjutan bisnis diketahui oleh seluruh pihak yang terlibat dan terus diperbaharui.

Dengan demikian, manajemen keberlanjutan bisnis mencakup usaha untuk menyadarkan semua orang dalam perusahaan mengenai kemungkinan buruk dan dampaknya, mendidik dan membiasakan pegawai pada prosedur yang layak melalui simulasi dan pelatihan, memastikan bahwa rencana keberlanjutan diterapkan secara maksimal, dan memastikan agar dokumen terus beradaptasi sesuai kebutuhan perusahaan.

Bukan perasaan menyenangkan ketika anda menyadari bahwa cadangan data yang anda miliki ternyata tidak dapat digunakan dalam proses pemulihan dan prosedur yang tertera dalam dokumen anda ditujukan untuk sistem perangkat lunak yang sudah tidak dipakai sejak tiga tahun lalu.

Kebutuhan tiap organisasi berbeda-beda tergantung jenis dan tujuannya, karena itu tidak ada implementasi rencana keberlanjutan ideal yang tepat untuk semua orang. Sebab itu, organisasi harus dapat menentukan mana yang cocok bagi mereka melalui iterasi pengujian. Perusahaan kecil menengah mungkin tidak membutuhkan dokumen serinci dan serumit perusahaan multinasional. Namun, sebagai prinsip, tidak ada perusahaan yang tidak membutuhkan rencana keberlanjutan. Rencana keberlanjutan juga terkait erat dengan manajemen pengetahuan.

Apakah anda sudah bisa tidur nyenyak di malam hari ataukah kecemasan anda terhadap perusahaan kerap membuat anda terjaga? Mungkin sudah saatnya anda meninjau ulang rencana keberjalanan bisnis anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *