Misc

Tren Antarmuka dan Aksesibilitas

Interaksi manusia dan komputer pada mulanya berbasis teks karena keterbatasan teknologi. Seiring perkembangan zaman, antarmuka visual yang lebih mudah dan intuitif mulai menggantikan antarmuka teks, menggesernya ke tangan para penggiat teknologi dan panggung Hollywood. Kita sudah sampai di era baru: antarmuka berbasis suara. Perusahaan teknologi terkemuka berlomba-lomba mengeluarkan produk yang dapat menangkap perintah audio dan […]

Misc

Salah Kaprah Kota Cerdas

Ada kesan bahwa apa-apa yang disematkan embel-embel cerdas pastilah berhubungan dengan internet dan teknologi informasi secara keseluruhan. Ketika mendengar istilah kota cerdas (smart city), saya rasa yang lebih dulu terbayang adalah utopia otomasi ala film-film fiksi ilmiah, dengan gedung tinggi metalik, robot di mana-mana, layar hologram, serta elemen-elemen bionik. Mungkin teringat pula iklan Meikarta dengan […]

Misc

Kala Melanjutkan Pendidikan Jadi Jalur Pelarian

Ada banyak jalan yang dapat dipilih selepas status ‘mahasiswa’. Bekerja, membangun keluarga, melanjutkan pendidikan, membangun usaha, dan kesemuanya bukan merupakan pilihan saling lepas. Hanya saja, setelah mengamati pilihan rekan-rekan maupun senior saya selama beberapa tahun, saya mendapati sebuah kecenderungan menarik: menjadikan pendidikan lanjut sebagai pelarian, pilihan aman ketika opsi lain tak terlihat menggoda. Biasanya, mulanya […]

Others, Writings

Pers Mahasiswa Sebagai Penjaga Elemen dan Kode Etik Jurnalistik

Sebuah esai yang saya tuliskan untuk Boulevard ITB pada tahun 2016, dan nampaknya tak lapuk dimakan waktu.


1. Antara News dan Views

Pada suatu masa, Bill Kovach memperkenalkan ‘Elemen-Elemen Jurnalistik’ dalam buku yang ditulisnya. Segera, tulisan ini menjadi populer, sebuah pilar de facto bagi banyak insan pers di seluruh dunia. Isinya dibaca, diserap, diingat dalam hati, dijadikan materi pelatihan untuk wartawan-wartawan baru. Elemen-elemen jurnalistik menawarkan panduan bagi setiap penggiat jurnalistik untuk membuat liputan yang bermutu, dan berlaku secara umum tak peduli topik apa yang diliput. Namun, tidak sampai dua dekade dari terbitnya buku ini, ranah pers sudah berubah sedemikian rupa.