Assignments, Misc

Dari Kode ke Angka: Unit IT vs. Unit Bisnis

Ada sebuah komik yang digemari rekan-rekan saya dan kerap diunggah ulang apabila seseorang menceritakan pengalaman liar mereka sebagai praktisi IT dalam sebuah organisasi.

Sebagian besar masalah organisasi IT yang pernah saya dengar dan alami bukanlah soal teknis, namun komunikasi. Entah kenapa, sudah jadi semacam lawakan umum bahwa ‘orang IT’ berbeda bahasa dari ‘orang bisnis’. Muncullah program studi seperti Sistem dan Teknologi Informasi ITB yang dibentuk demi mengatasi masalah ini. Lulusan STI didapuk sebagai jembatan, penerjemah yang piawai dalam kedua bahasa.

Dalam keberjalanannya, lulusan STI biasanya menempati peran manajer proyek atau analis bisnis. Namun, karena penempatannya di bawah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, wajarlah kalau STI masih lebih kuat rasa teknologinya dibanding rasa bisnisnya, yang menjadi pembeda STI dibandingkan program studi sejenis yang ditawarkan di perguruan tinggi lain. Dalam sebuah organisasi pun, peran lulusan STI yang menjadi penghubung unit IT dan unit bisnis biasanya tetap jadi bagian unit IT.

Sayangnya, karena kurikulum yang berbeda satu sama lain, saya belum dapat melihat kolaborasi mahasiswa STI, IF, dan SBM (Sekolah Bisnis Manajemen) selain dalam kegiatan ekstrakurikuler. Ada kecenderungan untuk bekerja dalam prodi masing-masing, kecuali mungkin IF dan STI yang memang masih satu payung. Mungkin patut diuji apakah mahasiswa STI sungguh-sungguh telah dapat mengkodekan bisnis dan membisniskan kode.