Books, Reviews

Buku Wajib Untuk Mengasah Kepekaan Terhadap Informasi Numerik

Sebagai mahasiswa, tentu kita tidak asing dengan grafik dan angka. Keberadaan komponen semacam ini meningkatkan kepercayaan terhadap suatu klaim, sekaligus mempermudah pembaca membayangkan data yang menjadi dasar tulisan. Namun, seberapa cermatkah kamu membaca informasi numerik? Jangan-jangan malah terbuai oleh jargon dan warna-warni sebuah infografis padahal tidak mengerti benar apa maksudnya? ‘Korban mencapai ratusan’ dan ‘Pemeriksaan menunjukkan 80% kemungkinan berhasil?’ Tunggu dulu! Sejak lama grafik dan angka menjadi senjata. Darrell Huff dalam bukunya yang termahsyur,”How to Lie with Statistics”, menunjukkan bagaimana pemilik kepentingan dapat mengubah persepsi dengan memanfaatkan kebutaan angka, sebuah fenomena yang lebih tak dikenal dari kebutaan aksara.

Berikut adalah buku-buku yang saya rekomendasikan untuk mengasah kepekaan terhadap penyajian informasi numerik. Semuanya masih berbahasa Inggris karena saya belum menemukan versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia, dan dapat dipesan melalui toko buku daring. Namun, tidak perlu takut karena judul-judul yang saya pilih ini ditulis dalam bahasa populer dan ditujukan untuk pembaca awam. Bagi yang sudah pernah mengambil atau mempelajari statistika pun, buku-buku ini dapat menjadi penyegar konsep dasar dan penyentil agar tidak memanipulasi data, sengaja maupun tidak.

How to Lie with Statistics oleh Darrell Huff

Sulit untuk membicarakan manipulasi data tanpa menyebut buku legendaris ini. Ditulis pada 1954, buku ini masih dibaca hingga sekarang sebagai buku statistika populer klasik. Penuh dengan humor dan sarkasme, Huff mengambil pendekatan dengan mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari dan berita-berita yang pernah muncul di media massa terutama seputar ekonomi dan politik. Di antara judul lain pun, buku ini terbilang pendek. Bacaan ringan yang cocok untuk mengawali perjalananmu mengenal dunia representasi data.

Damned Lies, and Statistics oleh Joel Best

Sesuai latar belakang penulisnya di bidang sosiologi dan hukum, buku ini banyak memuat contoh dari bidang politik dan pergerakan sosial. Melalui contoh kasus yang disajikan dengan komentar cerkas dan analisis cermat, pembaca akan diajak belajar menimbang apakah angka-angka yang muncul dalam suatu tulisan terdengar dapat dipercaya atau tidak. Selain itu, pembaca dapat pula mengintip peristiwa-peristiwa menarik yang terjadi di Amerika dua-tiga dekade silam. Buku ini memiliki sekuel berjudul More Damned Lies, and Statistics yang berisi lebih banyak contoh kasus dan membahas beberapa teknik manipulasi data lain yang umum dilakukan.
The Tiger that Isn’t oleh Andrew Dilnot

Dilnot mengambil sebuah contoh kasus utama untuk setiap babnya, dan membedah kasus itu dalam rangkaian pertanyaan untuk membuka pikiran pembaca. Contoh kasus diambil dari media, wajar mengingat salah kaprah pasti berasal dari sumber yang punya sebaran luas. Jenis kasus yang diambil amat beragam, dan tidak punya fokus di topik tertentu.

Innumeracy oleh John Allen Paulos

Berbeda dari buku-buku sebelumnya yang menitikberatkan pada statistika, Innumeracy menggunakan berbagai anekdot dan ilustrasi untuk membawa pembaca melihat masalah kebutaan angka yang terjadi di masyarakat. Paulos yang merupakan seorang matematikawan menjelaskan konsep matematika, terutama probabilitas, dalam beragam situasi seperti uji klinis, lotre dan perjudian, acara televisi, dan lain-lain. Pembaca akan lebih awas, dan tidak tergesa-gesa menghadapi kesimpulan ketika menghadapi pernyataan seperti,”Tes ini memiliki nilai kepercayaan 95%”. Apabila menyukai buku ini, saya juga merekomendasikan beberapa buku lain tentang matematika dalam kehidupan, yaitu Why Do Buses Come in Threes dan How Long is a Piece of String> (Rob Eastaway), Reckoning with Risk-Learning to Live with Uncertainty (Gerd Gigerenzer), The Improbability Principle — Why Coincidences, Miracles, and Rare Events Happen Every Day (David J. Hand), dan Taking Chances — Winning with Probability (John Haigh). Tiga buku terakhir saya sarankan dibaca apabila sudah nyaman dengan konsep matematis buku-buku sebelumnya, karena lebih sarat dengan perhitungan dan rumus.

Beberapa contoh kasus demikian terkenalnya sehingga dibahas berulang kali dari satu buku ke buku lainnya sehingga mungkin dapat menimbulkan kejenuhan. Agar tak terasa berat, cobalah untuk memulai dari buku Huff dan memilih topik yang kamu sukai dari buku-buku yang lain. Mungkin, setelah menyelesaikan buku-buku ini, kamu takkan membaca berita dengan cara yang sama lagi. Harapannya, kamu tak lagi melewatkan klaim-klaim yang tidak jelas asal-usulnya, dan dapat menyadari upaya penyetiran opini publik. Selamat membaca!


Tulisan yang sebelumnya pernah dipublikasikan di Metagraf.co pada tahun 2016. Nampaknya media tersebut sudah tidak aktif, namun mengingat saya senang buku-buku ini, sayang apabila tulisan ini hilang. Karena itu, saya memutuskan untuk mengunggahnya kembali. Sebagai catatan, karena saya berafiliasi dengan Book Depository, membeli buku dari halaman ini akan memberikan saya komisi 5%. Namun, semua pendapat diberikan secara objektif dan daftar ini disusun dari jauh sebelumnya.

Profile Picture for Lisa Santika Onggrid
Raindrops, moon, words, ink. magic. I'm somewhere between the lines. bit.ly/booksdep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *